Monday, October 1, 2018

Cewek Cuek (Bagian 4)


“AH...” Aku merentangkan tanganku dengan perasaan lega. “Akhirnya selesai juga. Terimakasih, Nes!”
            Ines hanya tersenyum kecil. Dia sibuk membereskan beberapa buah kamus yang kami gunakan untuk menterjemajkan textbook. Tiga bab akhirnya selesai dalam waktu tiga hari.
            “Sekarang kamu tinggak bilang imbalan apa yang kamu inginkan, Nes! Sebut saja angkanya, berapa?”
            “Ah, tidak usahlah!”
            “Lho, kok tidak usah?”
            “Aku tidak mengharapkan imbalan, kok. Aku sama sekali tidak merasa dirugikan, malah untung. Dengan ikut menterjemahkan, aku bisa sekalian belajar. Bahkan engetahuanku tentang istilah-istilah teknik malah jadi bertambah.”
            “Ya, tidak bisa, dong! Aku kan sudah janji, Nes!”
            “Kalo begitu, kasih aja sama aku!” celetuk Dita.
            “Kamu sih ngga masuk hitungan, Dit! Kamu bukannya bantuin, malah ngerecokin. Bahasa Inggrismu payah!”
            Dita langsung cemberut mendengar ledekanku.
            “Ya, aku ngaku. Tapi paling tidak aku bantuin bikin minum biar kalian tidak haus, dan menyediakan cemilan agar kalian tidak ngantuk.”
            Aku tersenyum. Peran serta Dita dalam hal ini memang lebih banyak di bidang konsumsi. Membuatkan minum dan menyediakan cemilan yang dia beli di mini market depan kost.
            “Kalau begitu, imbalannya aku traktir kalian saja. Bagaimana?” tanyaku dengan wajah cerah. “Kutraktir nonton dan makannya sekalian.”
            “Asyiiikkk...!” Dita berseru senang. “Sekalian belanja juga?”
            “Huuhhh.... itu sih perampokan!” Aku menengok Ines yang sudah menggendong kamus-kamusnya, siap untuk dibawa masuk. “Gimana, Nes?”
            “Iya, Nes! Mau saja!” bujuk Dita. “Aku sudah lama nih ngga makan enak, apalagi nonton film bagus. Kapan lagi? Mumpung ada yang ngebosin.”
            “Terserah kalian, deh!” ucapnya sambil berlalu.
            Aku memandang Dita.
            “Tenang, Ren!” katanya menghiburku. “Akan kubujuk lagi!”
            Aku tersenyum. Janji Dita cukup memberi harapan padaku
                                 ***Bersambung ke bagian berikutnya, ya...! ***

No comments:

Post a Comment

Kepsek Banjarbaru Antusias Daftar Sekolah Penggerak

Para kepala sekolah di Banjarbaru antusias mendaftar Program Sekolah Penggerak (PSP). Antusiasme ini terlihat di Aula Pangeran Antasari, Lem...